Pernikahan usia remaja jadi persoalan serius prmbangunan kependudukan Indonesia. Makin muda usia pernikahan, makin panjang rentan usia subur perempuan, makin besar pula potensi punya anak banyak.

"Dua anak bisa dicapai jika umut melahirkan pertama perempuan adalah 25 tahun" - Muhammad Dawam, Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan BKKBN. (Kompas, 25 Maret 2014)


Jadi, umur 25 tahun, baik buat melahirkan anak pertama, gitu. – View on Path.

Pernikahan usia remaja jadi persoalan serius prmbangunan kependudukan Indonesia. Makin muda usia pernikahan, makin panjang rentan usia subur perempuan, makin besar pula potensi punya anak banyak.

"Dua anak bisa dicapai jika umut melahirkan pertama perempuan adalah 25 tahun" - Muhammad Dawam, Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan BKKBN. (Kompas, 25 Maret 2014)


Jadi, umur 25 tahun, baik buat melahirkan anak pertama, gitu. – View on Path.


posted 2 weeks ago with
reblog
Carilah ia yang memunculkan dalam jiwa kita dorongan yang tak henti-hentinya untuk memberi. Pemberian yang menemukan konteks penerimaan terbaiknya. Yang dengan pemberian itu, ia tumbuh seperti tanaman yang subur disirami air, disinari matahari. Mungkin di situlah letak kebahagiaan dunia: ketika kita menjadi mata air dan cahaya kebahagiaan bagi orang lain.
— (via yasirmukhtar)

posted 2 weeks ago with 104 notes
reblog
originally yasirmukhtar
Aku tidak berusaha menjadi lebih baik dari orang lain. Aku berusaha menjadi lebih baik dari diriku yang dulu

Sederhana. Jangan lakukan sesuatu yang mana kau takkan suka jika melihat orang lain melakukannya.
— (via yasirmukhtar)

posted 3 weeks ago with 142 notes
reblog
originally yasirmukhtar
Bahagia itu memang baiknya berakhir dengan kata ‘saja’, bukannya ‘jika’. Bahagia saja. Tanpa penjelasan. Tanpa ketentuan tambahan.
Hanny Kusumawati dalam Berhenti Sejenak (via kuntawiaji)

posted 3 weeks ago with 374 notes
reblog
originally kuntawiaji
Buat apa bermain angka, kemungkinan, dan statistika? Hidup bukan untuk menumpuk sesal. Hiduplah dengan sempurna dengan mimpi-mimpi dan pilihan, menggenggam erat namun siap melepaskan.
— (via beningtirta)

posted 1 month ago with 8 notes
reblog
originally beningtirta
Melihat ke depan tak ada habisnya. Melihat ke belakang tidak ada gunanya. Sekarang, coba tundukkan pandang, tanyakan pada dada sendiri, “Diri, apa yang hendak kau cari?”
— (via beningtirta)

posted 1 month ago with 53 notes
reblog
originally beningtirta

Nanti. ⇢

aprilliapermata:

Entah sudah berapa kali dalam sebulan ini teman-teman sekolah ku memantapkan hati untuk membina rumah tangga..

Kemudian aku merenung..

Pah, Mah, bagaimana nanti ketika aku menikah?

Iri hati ini mendengar cerita tentang laki-laki yang datang ke hadapan ayah dan ibunya meminta izin untuk…

aprilliapermata sini peluk *smooch*
posted 1 month ago with 2 notes
reblog
originally aprilliapermata

Semoga ada Kesempatan

Dengan kondisi asap yang semakin pekat, Ayah tentu tetap harus bekerja, dengan sepeda motornya, mengantar satu dua orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan umur yang tidak bisa dibilang muda lagi, tentu sedikit banyak berdampak bagi kesehatannya.

Belum, Ayah belum mengeluh apa-apa tentang kondisi kesehatannya, semoga saja memang selalu dalam Lindungan Allah SWT. Atau bisa jadi, sengaja tidak memberi tahu, entahlah, Ayah memang begitu, lebih banyak diam dan memendam, sifat yang secara langsung turun ke gue.

Seberapa banyak pun sisa waktunya, dan seberapa banyak pun sisa waktu yang gue punya, semoga bisa membuat Ayah tidak lagi menunggangi sepeda motornya, Ayah bisa duduk manis di rumah, menikmati hidupnya, menikmati hubungannya dengan Allah, membimbing kami anak-anaknya dan mungkin punya kesempatan dipanggil Kakek. Aamiin.


posted 1 month ago with
reblog
Kadang yang sangat mencinta, mengucap do’a bukan agar bersama, tetapi berdo’a semoga mampu berbahagia, dengan siapapun ia nantinya
— Fauzan Arif (via fauzan-arif)

posted 1 month ago with 171 notes
reblog
originally fauzan-arif
« 2 of 137 »
theme by heloísa teixeira