Untuk Istiqomah butuh lingkungan yang mendukung

Pembicaraan antara X dan Y yang masih sama sama fakir ilmu dan sedang belajar memahami hubungan mereka dengan Tuhan.
X : Di tengah2 aku berusaha bgt menyamai diaa. Mencoba memantaskan diri ke dia. Tapi malah kejebak kalo yg aku lakuin itu bukan aku. Buat belajar ajaa. Niatnya harus terus diinget
Y : Aku sekarang mikirnya gini tentang konsep memantaskan diri: bukan memantaskan diri kepada seseorang yang kita ingin dia jadi jodoh kita, tapi memantaskan diri terhadap diri sendiri dan memantaskan diri di hadapan Allah...
X : Itu pelajaran buat aku dr yg kmren
Y : Karena soal pantas tidak pantasnya kita buat seseorang itu biar Allah yang mengurus dengan caranya kita ga perlu ikut campur dan merusak sendiri jalan terbaik yang sudah Allah siapkan
X : Iyaa mbaa. Makasih yaa
Y : Karena sudah tugas wajib setiap orang untuk baik agamanya. Jangan berharap mendapat jodoh yang agamanya jauh lebih baik tapi kita tidak berusaha sendiri
X : Luar biasaa. Emng pengalaman itu berharga yaa mba
Y : Hahahha. Iyaaaa Mbak
X : Dewasa kalii sekarang kau
Y : Kan gimana kita bisa belajar, percuma jatuh tapi ga belajar, sakit doang
X : Hihi. Sepakat
Y : Istiqomah ya Mbak. Sama sama belajar.
X : In shaa Allah
Y : Aku ga jauh lebih baik kok tapi aku mau belajar, in shaa Allah
X : Untuk istiqomah butuh lingkungan yg mendukung juga mbak
Y : Saling mendukung kalau begitu
X : Terimakasihh jadi bagian lingkungan yg mendukung

posted 17 hours ago with
reblog
Kelak jika nanti kamu telah menemukan seseorang yang memperjuangkanmu, kamu harus berjuang untuk bisa bersamanya. Cinta itu harus diperjuangkan, bukan hanya menunggu.
Rizkita Lubis dalam Dari Prolog Hingga Epilog (via kuntawiaji)

posted 20 hours ago with 383 notes
reblog
originally kuntawiaji
Pemilihan pasangan adalah batu pertama fondasi bangunan rumah tangga, ia harus sangat kukuh, karena kalau tidak, bangunan tersebut akan roboh kendati hanya dengan sedikit goncangan. Apalagi jika beban yang ditampungnya semakin berat dengan kelahiran anak-anak. Fondasi kukuh tersebut bukan kecantikan atau ketampanan, karena keduanya bersifat relatif, sekaligus cepat pudar; bukan juga harta, karena harta mudah didapat sekaligus mudah lenyap; bukan pula status sosial atau kebangsawanan, karena yang ini pun sementara, bahkan dapat lenyap seketika. Fondasi yang kukuh adalah nilai-nilai spiritual yang dianut.

M.Quraish Shihab

(via kurniawangunadi)

posted 3 days ago with 520 notes
reblog
originally kurniawangunadi
Find someone complimentary, not supplementary.
Oprah Winfrey (via kuntawiaji)

posted 3 days ago with 175 notes
reblog
originally kuntawiaji
Yuk jadi donatur KSE:) 

Kalau dulu jadi penerima sekarang gantian jadi donatur KSE :) – View on Path.

Yuk jadi donatur KSE:)

Kalau dulu jadi penerima sekarang gantian jadi donatur KSE :) – View on Path.


posted 4 days ago with
reblog
Ketika perkara ikhlas dan sabar menjadi soal, mungkin karena dahi kita jarang sekali menyentuh tempat sujud. Dia tak minta banyak, hanya mau kita merendah, hanya mau kita tahu bahwa tanpa Dia, kita tiada. :’)
— Fitriyani Sy. (via fitya275)

posted 4 days ago with 37 notes
reblog
originally fitya275
Kalo bukan kamu yang ngehargain diri kamu, gak akan ada yang ngehargain kamu.
Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak (via kuntawiaji)

posted 4 days ago with 172 notes
reblog
originally kuntawiaji
Carilah pasangan yang dapat menjadi perhiasan dunia dan akhirat.
Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak (via kuntawiaji)

posted 4 days ago with 213 notes
reblog
originally kuntawiaji
Marriage is easy, staying married is hard. It isn’t about how much love you have in the beginning, but how much love you build till the end.

Husband Advice

:’)


Marriage is easy, staying married is hard. It isn’t about how much love you have in the beginning, but how much love you build till the end.

Husband Advice

:’)


1 of 148 »
theme by heloísa teixeira